SUPRIYADI (PAHLAWAN PETA) MASIH HIDUP ?

Fakta sejarah yang lama terpendam kini terkuak kembali. Dia adalah Supriyadi, tokoh muda pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) di Blitar, yang terjadi pada 14 Februari 1945 dulu.

Pada waktu itu, Supriyadi anggota tentara PETA, sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang-orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya.

Namun tiba-tiba Andaryoko Wisnu Prabu, 88, mengaku sebagai Supriyadi seperti yang dimaksud di atas. Dia membenarkan bahwa tentara Pembela Tanah Air (PETA) melakukan pemberontakan terhadap Jepang di Blitar. Karena kalah oleh tentara Jepang, Andaryoko dan pasukannya sembunyi di hutan selama 3 bulan. Menurutnya pula, ada sekitar 200 pejuang PETA yang menyerang markas Jepang pada pukul 02.00 WIB, 14 Februari 1945. PETA melakukan pemberontakan karena tidak rela penduduk Indonesia diminta membungkuk-bungkuk pada Jepang dan dipukuli.

“Banyak yang mati dalam perang dadakan itu,” kata Andaryoko kepada The Jakarta Post dan detikcom di rumahnya di Jalan Mahesa Raya, Pedurungan, Semarang, Selasa (12/8/2008). Pejuang PETA kalah karena Jepang meminta bala bantuan dari Kediri, Malang, dan sekitarnya.

Akhirnya, pejuang PETA pun lari menyelamatkan diri dan mengungsi ke hutan mulai dari Blitar Selatan, Hutan Purwo, dan Ketonggo, Ngawi. Mereka bersembunyi hingga bulai Mei 1945.
Pada Mei 1945 itu, Andaryoko keluar hutan dan menemui Bung Karno di Jakarta. Pada saat bersamaan, Bung Karno ikut sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)..

“Saya diterima pengawal presiden. Bung Karno pada awalnya tidak percaya. Tapi setelah saya katakan,’Bung, Anda itu pemimpin. Kalau tidak mempercayai orang sendiri, saya harus percaya kepada siapa”, paparnya.

Akhirnya, Andaryoko diajak ke ruang belakang dan berbincang macam-macam. Saat itulah, dia berhubungan langsung dengan Bung Karno. Presiden pertama itu menyebut Andaryoko dengan panggilan `Sup` (Supriyadi).

Pada saat itulah Bung Karno berpesan kepada Andaryoko alias Supriyadi. “Sup, kamu kan mengalami sendiri sejarah bangsa ini. Tolong kalau kamu diberi umur panjang, kamu ceritakan semua yang kamu ketahui,” kata Andaryoko menirukan ucapan proklamator Kemerdekaan RI itu.

Sementara itu, terkait munculnya kembali kabar tentang keberadaan Supriyadi, Pemkab Blitar mengharapkan agar dilakukan penelitian dan pembuktian untuk memastikan kebenarannya.
Selama ini, keyakinan yang dipegang Pemkab Blitar adalah bahwa Supriyadi telah menghilang sejak meletusnya pemberontakan PETA di Blitar pada 14 Februari 1945 lalu. Dan, hingga kini tak ada yang mengetahui keberadaannya, juga kuburnya.

“Harus ada penelitian dari tim ahli untuk membuktikan kebenarannya,” kata Kabag Humas Pemkot Blitar, I Made Sukawardhana, Selasa (12/8).

Beberapa literatur sejarah juga belum ada yang memastikan bahwa Supriyadi masih hidup, termasuk memberi petunjuk tentang lokasi makamnya jika memang dia telah mati. “Kami menganggap ini (pengakuan Andaryoko) baru sebatas pengakuan, sehingga harus dibuktikan kebenarannya,” jelas Made

4 Tanggapan to “SUPRIYADI (PAHLAWAN PETA) MASIH HIDUP ?”

  1. Dedy Iskandar Skom Says:

    Assamuaikum wr wb
    Saya Adalah Cucu Veteran Surabaya Letkol Saeran yang wafat di lahat
    Andaryoko adalah Supriyadi Asli

    Dedy iskandar

  2. Yunny Sutadi Says:

    Almarhum ayah saya, R. Sutadi Martopradoto, asli dari Solo, lahir di Solo, 7 Februari 1908. Ketika masa perjuangan kemerdekaan pernah berjuang bersama-sama supriyadi melawan penjajahan dan kami punya bukti surat keterangan yang ditandatangani supriyadi, bahwa ayah saya adalah pejuang dibawah komando beliau. Kalau bpk Supriyadi memang masih hidup, dimana tinggalnya, saya ingin bertemu dengan beliau.

  3. saya mengaku bahwa saya suprijadi, saya menghilang karena adanya pemberontakan belanda saya sudah kehilangan keluarga saya pada tahun 1902 pada sidang itu saya tidak hadir semua kecewa …………… yang terhormat bangsa indonesia salam suprijadi

  4. saya ,diculik oleh belanda, jadinya saya terpaksa harus ikut kalu tidak karir saya hancur maafkan saya indonesia saya boleh pulang sama belanda,pada tanggal 15,bulan desember,tahun 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: