EMOSI MENDORONG KITA UNTUK LEBIH BERPRESTASI

“Siapa pun bisa marah ………. marah itu mudah.
Tetapi marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar dan dengan cara yang baik …………. bukanlah hal yang mudah”
– Aristoteles –

Kecerdasan emosional merupakan kecakapan utama yaitu kemampuan yang mendalam mempengaruhi semua kemampuan lainnya. Perlunya kecerdasan emosional berkaitan pada hubungan antara perasaan, watak dan naluri moral. Kenyataan menunjukkan bahwa sikap etik dasar dalam kehidupan berasal dari kemampuan emosional yang melandasinya. Misalnya : dorongan hati merupakan medium emosi, benih semua dorongan hati adalah perasaan yang memunculkan diri dalam bentuk tindakan. Orang-orang yang dikuasai dorongan hati – yang kurang memiliki kendali diri – menderita kekurangmampuan pengendalian moral. Kemampuan untuk mengendalikan dorongan hati merupakan basis kemauan (will) dan watak (character).
Bahwa gangguan emosi dapat mempengaruhi kehidupan mental. Gangguan emosi yang diantaranya meliputi : kecemasan, kemarahan, depresi akan mengakibatkan sulit untuk berkonsentrasi, sulit untuk belajar, sulit untuk menyerap informasi secara efisien serta sulit untuk menangani permasalahan dengan benar.
Emosi negatif yang kuat membelokkan setiap perhatian agar selalu tertuju pada emosi itu sendiri, menghalang-halangi usaha yang berupaya memusatkan perhatian ke hal-hal lain.
Salah satu tanda bahwa perasaan telah keluar jalur dan mengarah menjadi penyakit adalah bila perasaan tadi mengalahkan pikiran-pikiran kita, terus menyabot upaya-upaya untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang sedang dihadapi.
Bila emosi mengalahkan konsentrasi yang dilumpuhkan adalah kemampuan mental yang disebut “ingatan kerja”, yaitu : kemampuan untuk menyimpan dalam benak semua informasi yang relevan dengan tugas yang dihadapi. “Ingatan kerja” berfungsi untuk menjalankan semua upaya intelektual. Bila “ingatan kerja”, diganggu/dikuasai beban emosional maka salah satu kerugiannya adalah berkurangnya keefektifan ingatan kerja, akibatnya kita tidak bisa berpikir jernih.
Oleh karena itu jangan lupakan motivasi positif, yaitu : perasaan antusias, gairah dan keyakinan diri dalam mencapai prestasi. Untuk meningkatkan ketahanan, ketekunan sehingga antusiasme serta kegigihan menghadapi tantangan.
Kendali dorongan hati, bahwa dorongan bertentangan dengan pengekangan diri, id kontradiktif dengan ego, hasrat bertentangan dengan kendali diri, pemuasan kontradiksi dengan penundaan. Tidak ada ketrampilan psikologi yang lebih penting selain melawan dorongan hati. Akar segala kendali diri : emosional, sebab semua emosi sesuai dengan sifatnya membawa pada salah satu dorongan hati untuk bertindak. Siapapun dapat berhasil asal berusaha keras, yang akan menghasilkan etos kerja, yaitu : motivasi yang lebih tinggi, semangat dan ketekunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: