Bagian ke-3 KIAT MENGATASI KEJENUHAN DALAM PEKERJAAN

Berikut kiat-kiat yang mungkin bisa dicoba untuk mengusir ”virus” jenuh itu, yaitu :

  • Akui saja secara jujur, bahwa kita memang mengalami kejenuhan dengan pekerjaan kita. Nah, setelah itu kita perlu menyikapinya dengan positif karena hal itu bisa membalik keadaan menjadi lebih baik. Sebab jenuh sebenarnya sebauh sinyal alamiah dari diri kita bahwasanya ada hal yang kurang beres dalam aktivitas pekerjaan kita sehari-hari. Jadi ketika jenuh melanda, secara alamiah kita bisa munculnya dari alam bawah sadar kita sebuah tantangan untuk lebih kreatif, untuk lebih berprestasi, untuk lebih rajin lagi dalam bekerja. Logikanya jika kita tidak pernah bosan, berarti kita merasa diri kita baik-baik saja. Kita terlena untuk tidak meluangkan waktu, dan pikiran mengintrospeksi diri kita;
  • Manusia tidak dapat meninggalkan kodratnya sebagai mahkluk sosial, ia butuh relasi/teman/sahabat untuk berbagi cerita, duka dan suka. Bahwakan sahabat bisa menjadi pendorong, bisa menjadi inspirasi dan terapi afeksi bagi kita. Relasi yang terjalin baik memungkinkan dinamika hidup kita lebih bervariasi sehingga pada akhirnya nanti menjauhkan kita dari rutinitas;
  • Tanpa kita sadari kita cenderung dominan menggunakan otak kiri kita dibanding otak kanan kita. Nah, salah satu kita untuk mengurangi kejenuhan adalah dengan mencoba memfungsikan otak kanan kita dengan maksimal. Sebab otak kanan berhubungan dengan kreativitas, intuisi dan variasi. Banyak cara yang bisa dicoba untuk menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri, seperti brain gym, meditasi, banyak mendengarkan musik (lembut/instrumental), refleksi diri dengan berhenti sejenak dari rutinitas kita serta relaksasi otak dan tubuh seperti pijat, ke salon dsb;
  • Hargai diri sendiri, sebab seringkali tanpa kita sadari kita cenderung minder dan meremehkan diri sendiri atas prestasi yang sudah kita raih. Padahal jika kita bisa menghargai keberhasilan/prestasi kita dan bukan menganggapnya sebagai hal yang biasa, itu akan menjadi pendorong semangat kita untuk lebih berprestasi lagi. Itu merupakan sebuah terapi membahagiakan diri. Cobalah akui dan katakan pada diri anda sendiri ”Bagus ….(nama anda), kamu sudah berhasil dengan baik !” atau kalimat lain yang berupa pujian. Maka tubuh kita akan merespon ”hadiah” tersebut dengan lebih bersemangat !

Kiranya hal-hal tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua dalam bekerja. Selamat mencoba …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: