KECERDASAN EMOSI DAN SUKSES DITEMPAT KERJA (Bagian 3)

Emosi berkaitan dengan hubungan antara perasaan, watak, dan naluri moral. Kenyataan menunjukkan bahwa sikap etik dasar dalam kehidupan manusia berasal dari kemampuan emosional yang melandasinya. Dorongan hati merupakan medium emosi dan benih semua dorongan hati merupakan perasaan yang memunculkan diri dalam bentuk tindakan.

Orang-orang yang dikuasai dorongan hati apalagi tidak memiliki kendali diri, akan menderita kekurangmampuan untuk mengendalikan moral. Kemampuan untuk mengendalikan dorongan hati merupakan basis : (1) KEMAUAN (WILL) dan (2) WATAK (CHARACTER). Ketidakmampuan untuk mengendalikan dorongan hati/emosi akan mempengaruhi kehidupan mental. Sebab ketidakmampuan tersebut akan menimbulkan gangguan emosi yang pada akhirnya mendorong munculnya emosi negatif. Gangguan emosi dapat berupa : kecemasan, kemarahan, depresi dsb.

Emosi Negatif
Emosi negatif mengakibatkan kita sulit untuk berkonsentrasi, sulit belajar, sulit untuk menyerap informasi secara efisien serta sulit untuk menangani masalah dengan benar. Emosi negatif mampu membelokkan setiap perhatian agar selalu tertuju pada emosi itu sendiri sehingga menghalang-halangi usaha kita yang berupaya dengan sekuat tenaga untuk memusatkan perhatian pada hal-hal lain. Salah satu tanda bila perasaan kita telah keluar jalur serta mulai mengarah menjadi penyakit (emosi negatif) ialah apabila perasaan tadi mulai mengalahkan pikiran-pikiran kita serta terus menyabot upaya-upaya kita untuk memusatkan perhatian kita pada hal-hal yang sedang kita hadapi.

Emosi negatif bekerja dengan melumpuhkan kemampuan mental yang disebut “INGATAN KERJA”. Fungsi ingatan kerja adalah untuk menjalankan semua upaya intelektual. Ingatan kerja adalah kemampuan untuk menyimpan dalam benak/otak kita semua informasi yang relevan dengan tugas yang dihadapi. Bila ingatan kerja diganggu/dikuasai beban emosional, maka salah satu kerugian yang kita rasakan adalah berkurangnya konsentrasi, berkurangnya keefektifan ingatan kerja yang berakibat kita tidak bisa berpikir dengan jernih.
Untuk mengatasinya kita butuh kemampuan dan upaya untuk meningkatkan kecerdasan emosi kita. Kecerdasan yang mampu mengendalikan dorongan hati yang negatif sebab tidak ada ketrampilan psikologi yang lebih penting selain melawan dorongan hati. Untuk itu diperlukan ketrampilan/kemampuan untuk menahan/melawan dorongan hati untuk bertindak secara negatif melalui kecerdasan emosional. Pribadi yang cerdas dan matang secara emosional adalah pribadi yang cakap secara sosial, pribadi yang efektif, tegas, serta mampu menghadapi kekecewaan hidup. Pribadi ini tidak mudah hancur, tidak mudah menyerah/surut dibawah beban stres atau bingung apalagi kalang kabut bila tertekan atau menemui berbagai kesulitan. Memiliki kepercayaan diri yang memadai serta yakin akan kemampuannya. Dan kenyataan membuktikan banyak pribadi “kokoh” yang meraih sukses, baik di lingkungan kerja, masyarakat dan keluarga.

Pembaca sekalian, saya yakin di lingkungan kita hidup saat ini, apakah itu di dalam kantor, di masyarakat maupun di rumah kita semua menghadapi masalah yang sama. Untuk itu dibutuhkan keberanian untuk mendobrak belenggu negatif kita, dan keberanian itu dimulai dari tekad/komitmen untuk memulainya. Perubahan hanya bisa terjadi bila kita “mau dan mampu”. Selamat mencoba !

JACK CANFIELD:
WINNERS TAKE ACTION, THEY SIMPLY GET UP AND DO WHAT HAS TO BE DONE
(Para pemenang adalah mereka yang “bertindak”, mereka pasti bangkit dan melakukan apa yang harus diselesaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: