TIPS MENGUBAH LEMAK JADI OTOT

Tidak semua orang dikaruniai tubuh dengan metabolisme yang bagus. Mereka yang karena faktor keturunan punya tubuh cenderung mudah menyimpan lemak harus bersusah payah menjaga tubuh tak makin melebar. Seperti yang dialami Dika, dan Icha, dua gadis lajang yang dikaruniai tubuh subur sejak masa kanak-kanak. Bagi mereka, meski telah berupaya dengan segala cara mulai dari diet sampai olahraga, ternyata tak banyak membuahkan hasil.

Dika misalnya, mengaku hanya dia satu-satunya yang mendapat gen gemuk dari sang ayah. Kedua adiknya bertubuh langsing bahkan cenderung kurus. Meski porsi makannya normal seperti dua adiknya yang bertubuh proporsional, lemak di tubuhnya tak kunjung berkurang.

“Pernah coba saran minum air hangat yang katanya bisa membakar lemak, tapi cuma satu bulan berat badan turun dua kilogram lalu berhenti, ya balik lagi (berat badan naik lagi),” beber Dika yang tinggal di daerah Pondok Indah ini.

Seperti halnya Dika, Icha yang juga mendapat gen gemuk dari sang ayah, sudah tak terhitung berupaya membuat angka timbangan bergerak ke kiri. Minum pil pelangsing, diet berbagai metode, akunpuntur, pengobatan sinshe, hingga bertandang ke klinik pelangsingan dan menghabiskan ratusan ribu rupiah, nyatanya tak membuat mereka mendapatkan tubuh idaman.

Meski mengaku tetap percaya diri dengan tubuh suburnya, Icha tetap berangan bisa menurunkan berat badan hingga mencapai penampilan ideal antara tinggi dan berat badan. “Kalau pengen beli baju di mal itu yang susah dapat ukurannya, jadinya harus ke butik khusus yang jual baju ukuran ekstra,” curhatnya.

Bukan soal percaya diri yang jadi kekhawatiran Dika dan Icha, tapi lebih ke soal penampilan lazimnya wanita. Punya tubuh gemuk juga berarti tak bisa terlalu lincah. Bahkan harus menghindari gerakan-gerakan tertentu yang berbahaya, semisal berlari atau berloncat-loncat. dta

Jangan Berpatokan Timbangan
Ahli kebugaran dan aktivis PASTI (Perkumpulan Awet Sehat Indonesia), dr Phaidon L Toruan MM, dalam bukunya Fat Loss not Weight Loss-Gemuk tapi Ramping, terbitan (TransMedia, 2007) mengatakan, bersahabat dengan tubuh menjadi kunci untuk mendapatkan tubuh sehat. Saran Phaidon terutama ditujukan kepada mereka yang terobsesi dengan upaya menurunkan berat badan karena keturunan. Akibatnya, mereka cenderung melakukan pemforsiran pada tubuh lewat diet dan olahraga terlalu keras yang sebenarnya hanya bertahan sesaat.

”Menimbang berat badan ada seninya. Selain melihat angka timbangan, diperhatikan juga komposisi badan yang terdiri dari lemak dan otot,” sarannya.

Jadi, ia tak menyarankan untuk berpatokan pada BMI (body mass index). Ini karena BMI tidak bisa mengukur jumlah kandungan lemak dalam tubuh yang menjadi tolak ukur seseorang dikatakan rentan dengan penyakit sindroma metabolik (diabetes, stroke, hipertensi, dan kanker).

Phaidon mencontohkan yang terjadi pada Ade Rai. Di tahun 2006 berat badan binaragawan itu 90 kilogram dengan tinggi badan 180 sentimeter yang berkategori overweight jika dihitung dengan konsep BMI. Namun kandungan lemak di tubuh binaragawan Indonesia ini hanya enam persen atau setara dengan 5,4 kilogram saja. Dengan demikian Ade Rai dikatakan aman dari potensi penyakit sindroma metabolik.

Umumnya, program diet terfokus pada pengurangan kalori saja tapi tidak memadukan dengan konsep olahraga yang utuh, yaitu latihan beban, peregangan, dan aktivitas aerobik. Sementara konsep Phaidon yaitu kalori ke luar lebih banyak dari kalori masuk. Seseorang harus mengutamakan asupan makanan sehat tapi bukan dengan mengurangi drastis jumlah makanan. Semisal dengan mengganti nasi putih dengan nasi dari beras merah. Beras merah berindeks glikemik lebih rendah sehingga kecil kemungkinan diolah tubuh menjadi lemak.

Kunci berikutnya, dalam mengurangi persentase lemak adalah dengan latihan beban. Latihan ini untuk mengoptimalkan massa otot yang otomatis mengurangi lemak. Jadwalkan latihan beban setiap dua hari sekali, dan di sela hari tanpa latihan beban diganti dengan aktivitas aerobik, seperti jalan dan bersepeda.
Intinya adalah memperbanyak aktivitas fisik yang terukur agar asupan kalori dalam tubuh terbakar sempurna. Dengan begitu, biarpun tubuh tetap gemuk tapi ramping karena massa otot lebih banyak daripada lemak sehingga tubuh lebih sehat dan aman dari potensi gangguan sindroma metabolik. dta

Wanita Harus Tahu
* Wanita memiliki 5-10 persen resting metabolic rate lebih rendah dari pria. Artinya, kemampuan membakar kalori pada wanita lebih sedikit akibat massa otot wanita lebih sedikit.
* Wanita lebih efesien membelanjakan energi.
* Wanita lebih sedikit membakar lemak lebih sedikit pada kondisi latihan yang sama dengan pria, karena pengaruh hormonal.
* Wanita cenderung melakukan kegiatan kompensasi setelah olahraga, lewat makanan yang berlemak.

Satu Tanggapan to “TIPS MENGUBAH LEMAK JADI OTOT”

  1. Wah, bermanfaat banget bang tipsnya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: