DUKUN SANTET PINGIN JADI WALIKOTA

Setelah kalangan artis maju dalam ajang pemilihan kepala daerah (pilkada), maka kini giliran dukun yang ikut meramaikan dan menyemarakkan blantika Pilkada di Indonesia.

Paranormal yang mengaku pernah menyantet beberapa tokoh politik Indonesia dan Presiden AS George W Bush, yaitu Ki Gendeng Pamungkas, maju sebagai calon wali kota (cawali) Bogor, Jawa Barat.

Gendeng yang bernama asli Iman Santoso itu, akan menjalani tes kesehatan untuk para cawali dan calon wakil wali kota (cawawali) Bogor mulai hari ini hingga Kamis (14/8). Sebelumnya, Gendeng –yang pernah menyebut diri sebagai paranormal `ahli neraka`– sempat menyatakan akan mundur dari pencalonan.

Ini setelah persyaratan jumlah dukungan yang diperolehnya untuk maju sebagai calon independen (non-partai), masih belum terpenuhi. Pada 7 Agustus lalu, Gendeng masih kekurangan 7.343 dukungan untuk lolos verifikasi administratif.

KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Kota Bogor menentukan, syarat minimal dukungan untuk calon perseorangan adalah sebanyak 38.235 orang atau 4 persen dari jumlah penduduk Kota Bogor

Namun, pada Minggu (10/8) diberitakan bahwa dukungan yang diperoleh Gendeng sudah bertambah banyak. Dan pada hari itu juga, Gendeng mendaftar sebagai cawali Bogor. Tak tanggung-tanggung, Gendeng menggaet seorang kiai, yakni KH AM Chusaeri, sebagai pendampingnya atau cawawali.

Menurut kantor berita Antara, Senin (11/8), ada lima pasangan cawali-cawawali Bogor yang bakal menjalani tes kesehatan di RSU PMI Bogor. Antara lain incumbent Wali Kota Bogor Diani Budiarto dan Ahmad Ru’yat (diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan 8 partai lainnya); pasangan Dody Rosadi (Sekretaris Kota Bogor) dan Erick Irawan Suganda yang didukung PAN, PPP, Partrai Demokrat dan sejumlah parpol lainnya; serta pasangan Ahani dan Iis Supriatini. Selain itu adalah dua pasangan yang maju lewat jalur perseorangan, yakni Gendeng Pamungkas-KH AM Chusaeri serta pasangan Syafei Bratasenjaya-Akik Darul Tahkik.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bogor, dr Hendro Darmawan, menjelaskan, materi tes kesehatan fisik terhadap para cawali dan cawawali Bogor meliputi penyakit dalam, gigi, mata, syaraf, urine, dan kandungan. Sedangkan untuk kejiwaan, menjawab sejumlah pertanyaan melalui kuesioner serta tes wawancara.

“Hasil dari tes kesehatan tersebut, kami laporkan ke KPUD dalam bentuk laporan yang rekomendasi kondisi kesehatan,” kata dr Hendro, usai memberikan penjelasan kepada lima pasangan cawali dan cawawali di kantor KPUD Kota Bogor, Senin (11/8).

Rangkaian tes kesehatan dilakukan oleh tim dokter yang seluruhnya berjumlah 15 orang. “Dari rekomendasi itu bisa dilihat apakah calon walikota dan calon wakil walikota tersebut layak atau tidak untuk memimpin Kota Bogor lima tahun ke depan,” lanjut dia.

Majunya Gendeng menambah panjang daftar para selebriti yang terjun ke pilkada. Sebelumnya pemain sinetron Primus Yustisio telah mendaftar sebagai salah-satu calon bupati Subang (Jawa Barat), dan pedangdut Saiful Jamil (mantan suami Dewi Persik) sebagai calon wali kota Serang, Jawa Barat.

Sedangkan jajaran selebriti yang sudah terpilih sebagai pejabat eksekutif adalah Rano Karno (Wakil Bupati Tangerang) dan Dede Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Barat).

Untuk pemilihan anggota legislatif (DPR), bahkan lebih banyak lagi selebriti yang terlibat. Tampaknya, partai-partai politik (parpol) kini justru memberi tempat yang lebar pada mereka. Nama-nama pesohor seperti Ikang Fawzi, Wulan Guritno, Eko Patrio, Wanda Hamidah, dan Adjie Massaid, kini telah tercantum dalam daftar calon anggota legislatif (caleg) pada pemilu 2009 nanti.

Tentang maraknya selebriti, termasuk dukun, yang masuk ke dunia politik, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Hariyadi mengatakan, itu terjadi karena kekuasaan di dunia politik bisa membuka akses untuk meraih tujuan-tujuan lain yang lebih besar.

“Para selebriti yang kesengsem pada dunia politik sebetulnya tak semata mengejar jabatan publik. Yang memikat mereka, justru terbukanya akses ke peluang-peluang lain di luar politik seandainya mereka terpilih. Misalnya akses ke peluang-peluang ekonomi jadi lebih besar. Selain itu, mungkin ada status sosial tersendiri jika artis jadi pejabat,” kata Hariyadi.

Sedangkan budayawan Arswendo Atmowiloto berpendapat, masyarakat perlu diingatkan bahwa tidak semua tokoh tenar di masyarakat (misalnya artis) otomatis mampu memimpin masyarakat.
Dia mengajak media untuk mengingatkan masyarakat bahwa banyak juga selebriti yang memiliki masalah, baik pribadi maupun dengan pihak lain. “Belum lagi mereka yang hanya artis-artisan. Media berkewajiban mengingatkan masyarakat akan kenyataan itu,” imbuhnya.

Arswendo menambahkan, para selebriti di Indonesia tak bisa disamakan dengan aktor film laga Amerika Serikat, Arnold Schwarzenegger, yang menjadi Gubernur California. “Arnold memiliki kemampuan politik karena masih ada hubungannya dengan dinasti Kennedy dan sejak lama dia mempelajari cara berpolitik Kennedy itu,” katanya.

sumber : Surya

Satu Tanggapan to “DUKUN SANTET PINGIN JADI WALIKOTA”

  1. ah! mosok iya mau dilolosin…
    gendeng beneran nanti walikota bogor..
    kota hunian saya jee..
    kalau bisa lolos dan bisa jadi walkot beneran, bisa bau menyan nanti gedung wali kota bogor..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: