Hati-hati Dengan ATM Anda !!

JAKARTA | SURYA Online – Isi tabungan sejumlah nasabah Bank Central Asia (BCA) di Bali dilaporkan raib tiba-tiba. Sampai sekarang belum diketahui penyebab hal tersebut. Pihak BCA masih belum bersedia memberikan penjelasan dan penyelidikan masih dilakukan kepolisian setempat.

Berdasarkan Harian Jawa Pos hari ini, Kamis 21 Januari 2010 pun diberitakan bahwa ATM Nasabah Enam Bank Dibobol, dimana satu bank, uang raib hingga Rp. 4,1 Miliar.

Peristiwa bobolnya uang nasabah seperti ini bukanlah hal yang pertama. Kompas mencatat, peristiwa yang tidak kalah heboh pernah terjadi di Jakarta dua tahun lalu, tepatnya November 2007.

Peristiwa tersebut dialami tujuh nasabah BCA di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, gara-gara mereka lupa keluar dari sistem layanan anjungan tunai mandiri (ATM) nontunai. Seluruh isi tabungan mereka ludes.

Pelaku memanfaatkan keteledoran korban untuk keluar dari sistem layanan ATM. Banyak nasabah yang mengira tabungannya tidak bisa dibobol karena tidak ada yang tahu nomor identifikasi pribadi (PIN) mereka. Apalagi saat ini bank melakukan pengamanan dengan selalu meminta PIN untuk setiap kali transaksi.

Masalahnya, di ATM nontunai, kartu ATM tidak perlu berada di dalam mesin ATM untuk bertransaksi. Cukup gesekkan sekali, ketika lampu indikator sudah berwarna hijau, kartu harus diambil lagi. Untuk transaksi berikutnya, nasabah cukup memasukkan nomor PIN.

Pelaku yang ikut antre di belakang nasabah langsung beraksi ketika dia melihat nasabah di depannya lupa memencet pilihan “Tidak” saat mesin menanyakan akan melanjutkan transaksi atau tidak. Dia cukup punya waktu untuk menghafal nomor PIN korban karena biasanya korban melakukan beberapa transaksi sehingga memencet nomor PIN itu berulang kali. Apalagi nomor PIN itu lalu dia catat di ponsel yang dipegangnya. Tidak ada yang curiga karena orang mengira dia sedang menelepon.

Berdasarkan data BCA, pembobolan yang dilakukan tersangka hanya berselang tiga menit dari transaksi terakhir yang dilakukan korban. Kejahatan seperti ini terjadi karena nasabah lupa menutup rekeningnya seusai bertransaksi. Pelaku memanfaatkan kelalaian nasabah ini.

Kenapa Saldonya Nol?
Kasus pembobolan tabungan Bank Central Asia (BCA) seperti di Kuta, Bali, sudah sering terjadi pula di kota-kota lain. Di Jakarta, kejadian serupa sudah pernah heboh sekitar dua tahun lalu. Bahkan, hal itu juga masih terjadi di Jakarta.

Pengalaman kebobolan semacam itu diceritakan Ny M, warga Grogol, Jakarta Barat, kepada Kompas. Ia mengatakan, peristiwa itu dialami seusai libur hari raya Idul Fitri tahun lalu yang dihabiskan di Singapura.

“Sepulang dari sana, saya mau ambil uang di ATM. Saya kaget, kenapa saldonya nol/,” ujarnya. Ia pun langsung melaporkan hal tersebut ke kantor BCA terdekat. Total jumlah uang yang raib sampai Rp 20 juta.

Setelah dirunut, pihak BCA menyatakan bahwa selama liburan itu telah terjadi dua kali transaksi dengan PIN dan kartu tersebut. Masing-masing satu kali pengambilan dan satu kali transfer. Padahal, Ny M mengaku tak pernah memberikan kartu ATM kepada siapa pun, sementara ia membawa kartu itu selama liburan.

Setelah beberapa kali pemeriksaan, pihak BCA akhirnya menyanggupi untuk mengganti semua dana yang hilang. Sekitar sebulan sejak kejadian, nilai uang yang dibobol pun diganti pihak BCA dan ditransfer langsung ke rekening yang sama.

Sejak kejadian tersebut, Ny M mengaku sempat trauma meski tetap memilih menggunakan layanan BCA karena paling dekat dengan rumahnya. Namun, ia tidak lagi menyisakan saldo yang banyak si rekening yang digunakan sehari-hari. Bahkan, ia membuka rekening baru untuk menyimpan uang dalam bentuk deposito.

sumber : surya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: